Layanan Rumah Sakit

Harus Ramah Anak

Sebagaimana orangtua sering merasa cemas saat buah hatinya mengalami gangguan kesehatan, anak yang belum dewasa pun sebenarnya dapat merasakan kekuatiran tersebut.

Untuk mengubah suasana hati yang tegang, setiap ruang perawatan anak di Rumah Sakit Insan Permata didesain dengan konsep yang ceria, seperti memasang stiker dengan motif karakter animasi atau bunga yang berwarna-warni. Selain itu, di beberapa unit rumah sakit pun disediakan ruang tunggu untuk bermain anak, yang lengkap dan nyaman. Dokter spesialis yang menangani juga membekali diri dengan pendekatan yang membuat orangtua dan anak merasa tenang.

Direktur RS Insan permata, dr. Mela Roselawaty, MARS mengatakan, rumah sakit haruslah dibuat ramah untuk melayani pasien anak. Terlebih, kata dia, anak sangat sering merasa trauma pada waktu akan bertemu dokter atau pergi ke rumah sakit.

"Untuk mengatasinya, pihak rumah sakit haruslah kreatif. Contohnya, para perawat sebaiknya mengenakan apron dengan motif berwarna dan menarik daripada memakai seragam perawat yang berwarna putih. Sehingga anak tidak merasa bahwa mereka ada di rumah sakit, tetapi seperti ada di tempat yang akrab," kata wanita yang juga dikenal sebagai pemerhati anak-anak pasien kanker dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (23/7).

Setiap bulannya, lanjut dia, Rs Insan Permata menerima ratusan pasien anak. "Bahkan jumlahnya bisa mencapai 1.300 orang, baik yang dirawat inap maupun rawat jalan," demikian darinya mewakili unit Rs Insan Permata di wilayah Tangerang Selatan.